Jangan Taruh Semua di Satu Marketplace, Saatnya Diversifikasi Channel Penjualan!
- Diva

- May 20
- 2 min read
Marketplace masih menjadi salah satu kanal penjualan terbesar bagi banyak bisnis di Indonesia. Kemudahan akses, traffic tinggi, dan ekosistem yang sudah terbentuk membuat platform seperti Shopee menjadi pilihan utama bagi banyak seller.
Namun di balik besarnya peluang tersebut, semakin banyak pelaku usaha mulai menyadari satu hal: terlalu bergantung pada satu channel memiliki risiko yang tidak kecil.
Ketika seluruh penjualan, traffic, hingga hubungan dengan pelanggan hanya bergantung pada satu platform, bisnis menjadi lebih rentan terhadap perubahan yang berada di luar kendali.
Ketergantungan pada Satu Platform Menjadi Risiko Baru
Banyak bisnis memulai dan berkembang lewat marketplace. Namun seiring pertumbuhan bisnis, tantangan baru mulai muncul:
Perubahan biaya admin dan komisi
Persaingan harga yang semakin ketat
Ketergantungan pada algoritma dan traffic platform
Sulit membangun hubungan langsung dengan pelanggan
Akses data customer yang terbatas
Ketika satu channel menjadi sumber utama penjualan, perubahan kecil di platform tersebut dapat berdampak besar terhadap performa bisnis. Karena itu, diskusi mengenai diversifikasi channel mulai semakin ramai.
Bukan berarti meninggalkan marketplace, tetapi membangun ekosistem penjualan yang lebih seimbang.
Marketplace Tetap Penting, Tapi Tidak Harus Menjadi Satu-Satunya
Marketplace tetap berperan besar untuk akuisisi pelanggan dan menjangkau pasar yang lebih luas. Namun semakin banyak brand mulai memperluas channel mereka melalui:
Website sendiriMembangun aset digital yang dimiliki penuh oleh brand, sekaligus memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengalaman pelanggan.
WhatsApp Channel & Direct CommunicationMembuka jalur komunikasi langsung untuk promosi, follow-up, dan menjaga hubungan dengan pelanggan.
Social Commerce & CommunityMengembangkan interaksi dan engagement di luar marketplace.
Pendekatan ini membantu bisnis mengurangi ketergantungan sekaligus memperluas titik interaksi dengan pelanggan.
Tantangan Baru: Semakin Banyak Channel, Semakin Kompleks Operasional
Di sisi lain, menambah channel juga membawa tantangan baru. Pesanan datang dari berbagai platform, pertanyaan pelanggan tersebar di banyak tempat, dan proses operasional menjadi lebih kompleks. Tanpa sistem yang tepat, diversifikasi justru dapat menambah beban kerja. Karena itu, kebutuhan bisnis saat ini bukan hanya menambah channel penjualan, tetapi juga memastikan seluruh proses tetap berjalan terintegrasi.
Mulai dari pengelolaan transaksi, customer interaction, hingga operasional harian.
Saatnya Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Channel Penjualan
Diversifikasi bukan tentang meninggalkan marketplace.
Tujuannya adalah membangun fondasi bisnis yang lebih kuat dan tidak bergantung pada satu sumber traffic saja. Dengan dukungan teknologi, bisnis dapat mengelola berbagai channel secara lebih terstruktur melalui:
Customer service automation untuk menjaga respon tetap cepat di berbagai channel
Pengelolaan transaksi yang lebih terintegrasi
Sistem operasional yang membantu bisnis tetap efisien
Customer engagement yang lebih konsisten
Melalui solusi berbasis AI, Diva membantu bisnis mengelola proses transaksi dan operasional secara lebih terintegrasi, mulai dari interaksi pelanggan, pengelolaan transaksi, hingga sistem pendukung bisnis lainnya.
Dengan operasional yang lebih terhubung, bisnis dapat memperluas channel penjualan tanpa harus menambah kompleksitas di belakang layar. Karena ketika bisnis mulai hadir di berbagai channel, tantangannya bukan lagi sekadar mendapatkan pelanggan, tetapi memastikan seluruh proses tetap berjalan dengan efisien.

Comments